Kamis, 13 November 2014

Wanita itu Godaan Terbesar bagi Pria


Wanita itu godaan terbesar bagi pria. Benarkah?
Seandainya kita wanita tidak memiliki kecantikan, kedudukan, dan kesempatan seperti apa yang dimiliki Zulaikha. Akan tetapi kita(wanita) harus tahu barangkali tidak ada lelaki saat ini yang mampu menahan fitnah wanita seperti Yusuf.
Jadi hendaklah setiap wanita berusaha menjaga diri dengan menutup aurat,dengan mengetahui adab adab bergaul dengan lawan jenis yang bukan mahram sesuai syari’at islam dan terus bersemangat untuk mempelajari agama yang sempurna ini. Jangan sampai kita (wanita) menyebabkan para lelaki berpaling dari Allah atau menyebabkan mereka bermaksiat kepada Allah. Baik itu suaminya, orang tuanya, saudaranya, ataupun orang lain.
Karena kita (wanita) adalah fitnah terbesar bagi laki laki. Sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)
Kata Imam Nawawi, yang dimaksud godaan wanita ini bisa jadi di dalamnya adalah istri. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 17: 50). Karena ada di antara para istri yang membuat suaminya malah jauh dari Allah.
Berdasarkan hadits di atas, Ibnu Hajar mengatakan bahwa wanita adalah godaan terbesar bagi para pria dibanding lainnya. (Fathul Bari, 9: 138). Hal ini dikuatkan oleh firman Allah Ta’ala,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita.” (QS. Ali Imran: 14)
Wanita dalam ayat ini dijadikan bagian dari kecintaan pada syahwat. Wanita disebutkan lebih dulu daripada anak dan kenikmatan dunia lainnya. Ini menunjukkan bahwa wanita itu pokoknya, godaan terbesar adalah dari wanita. (Idem).
Lihatlah pula bahwa Bani Israil bisa hancur pula dikarenakan wanita.
فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ
“Waspadalah dengan dunia, begitu pula dengan godaan wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya adalah karena sebab godaan wanita.” (HR. Muslim no. 2742).
Semoga Allah memberi taufik pada wanita untuk menyadari hal ini, juga bagi para pria selalu waspada, yaitu waspada jangan sampai jauh dari Allah dikarenakan pandangan yang tidak halal dan tergoda dengan hal lainnya pada wanita yang halal maupun yang tidak.
—
Diselesaikan di Panggang, Gunungkidul, 18 Dzulqo’dah 1435 H
Penulis: Ummu Rumaysho dan Abu Rumaysho

Amalan yang Paling Banyak Membuat Masuk Surga


Yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga ada dua amalan yaitu takwa dan akhlak yang baik.
Yang terakhir di atas yang amat jarang ditemukan, bahkan pada orang-orang yang sudah kenal agama. Ada yang sudah lama ngaji, sudah sekian duduk di majelis ilmu, namun ia adalah orang yang sering lalaikan amanat. Dengan tampilannya yang jenggotan, namun terlihat sangar (tidak murah senyum) dan kasar. Seolah-olah yang dipentingkan adalah penampilan lahiriyah tanpa memperhatikan akhlak yang santun, amanat dan lemah lembut. Padahal seharusnya dengan rajinnya menuntut ilmu dan sudah menjalankan ajaran Rasul semakin terbimbing pada akhlak yang baik. Karena takwa dan akhlak baik itulah yang mengantarkan pada surga.
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Maksud Takwa
Takwa asalanya adalah menjadikan antara seorang hamba dan seseutu yang ditakuti suatu penghalang. Sehingga takwa kepada Allah berarti menjadikan antara hamba dan Allah suatu benteng yang dapat menghalangi dari kemarahan, murka dan siksa Allah. Takwa ini dilakukan dengan melaksanakan perintah dan menjauhi maksiat.
Namun takwa yang sempurna kata Ibnu Rajab Al Hambali adalah dengan mengerjakan kewajiban, meninggalkan keharaman dan perkara syubhat, juga mengerjakan perkara sunnah, dan meninggalkan yang makruh. Inilah derajat takwa yang paling tinggi.
Al Hasan Al Bashri berkata,
المتقون اتَّقَوا ما حُرِّم عليهم ، وأدَّوا ما افْتُرِض عليهم
“Orang yang bertakwa adalah mereka yang menjauhi hal-hal yang diharamkan dan menunaikan berbagai kewajiban.”
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,
ليس تقوى الله بصيام النهار ، ولا بقيام الليل ، والتخليطِ فيما بَيْنَ ذلك ، ولكن تقوى اللهِ تركُ ما حرَّم الله ، وأداءُ ما افترضَ الله ،فمن رُزِقَ بعد ذلك خيراً ، فهو خيرٌ إلى خير
“Takwa bukanlah hanya dengan puasa di siang hari atau mendirikan shalat malam, atau melakukan kedua-duanya. Namun takwa adalah meninggalkan yang Allah haramkan dan menunaikan yang Allah wajibkan. Siapa yang setelah itu dianugerahkan kebaikan, maka itu adalah kebaikan pada kebaikan.”
Tholq bin Habib mengatakan,
التقوى أنْ تعملَ بطاعةِ الله ، على نورٍ من الله ، ترجو ثوابَ الله ، وأنْ تتركَ معصيةَ الله على نورٍ من الله تخافُ عقابَ الله
“Takwa berarti engkau menjalankan ketaatan pada Allah atas petunjuk cahaya dari Allah dan engkau mengharap pahala dari-Nya. Termasuk dalam takwa pula adalah menjauhi maksiat atas petunjuk cahaya dari Allah dan engkau takut akan siksa-Nya.”
Ibnu Mas’ud ketika menafsirkan ayat bertakwalah pada Allah dengan sebenar-benarnya takwa yang terdapat dalam surat Ali Imran ayat 102, beliau berkata,
أنْ يُطاع فلا يُعصى ، ويُذكر فلا ينسى ، وأن يُشكر فلا يُكفر
“Maksud ayat tersebut adalah Allah itu ditaati, tidak bermaksiat pada-Nya. Allah itu terus diingat, tidak melupakan-Nya. Nikmat Allah itu disyukuri, tidak diingkari.” (HR. Al Hakim secara marfu’, namun mauquf lebih shahih).
Yang dimaksud bersyukur pada Allah adalah dengan melakukan ketaatan pada-Nya.
Adapun maksud mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya adalah selalu mengingat Allah dengan hati pada setiap gerakan dan diamnya, begitu saat berucap. Semuanya dilakukan hanya untuk meraih pahala dari Allah. Begitu pula larangan-Nya pun dijauhi. (Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 397-402)
Maksud Akhlak yang Baik
Dalam hadits Abu Dzar disebutkan,
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Ibnu Rajab mengatakan bahwa berakhlak yang baik termasuk bagian dari takwa. Akhlak disebutkan secara bersendirian karena ingin ditunjukkan pentingnya akhlak. Sebab banyak yang menyangka bahwa takwa hanyalah menunaikan hak Allah tanpa memperhatikan hak sesama. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 454).
Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan akhlak yang baik sebagai tanda kesempurnaan iman. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Abu Daud no. 4682 dan Ibnu Majah no. 1162. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Akhlak yang baik (husnul khuluq) ditafsirkan oleh para salaf dengan menyebutkan beberapa contoh. Al Hasan Al Bashri mengatakan,
حُسنُ الخلق : الكرمُ والبذلة والاحتمالُ
“Akhlak yang baik adalah ramah, dermawan, dan bisa menahan amarah.”
Asy Sya’bi berkata bahwa akhlak yang baik adalah,
البذلة والعطية والبِشرُ الحسن ، وكان الشعبي كذلك
“Bersikap dermawan, suka memberi, dan memberi kegembiraan pada orang lain.” Demikianlah Asy Sya’bi, ia gemar melakukan hal itu.
Ibnul Mubarok mengatakan bahwa akhlak yang baik adalah,
هو بسطُ الوجه ، وبذلُ المعروف ، وكفُّ الأذى
“Bermuka manis, gemar melakukan kebaikan dan menahan diri dari menyakiti orang lain.”
Imam Ahmad berkata,
حُسنُ الخلق أنْ لا تَغضَبَ ولا تحْتدَّ ، وعنه أنَّه قال : حُسنُ الخلق أنْ تحتملَ ما يكونُ من الناس
“Akhlak yang baik adalah jangan engkau marah dan cepat naik darah.” Beliau juga berkata, “Berakhlak yang baik adalah bisa menahan amarah di hadapan manusia.”
Ishaq bin Rohuwyah berkata tentang akhlak yang baik,
هو بسطُ الوجهِ ، وأنْ لا تغضب
“Bermuka manis dan jangan marah.” (Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 457-458).

Rabu, 12 November 2014

Harry Potter and The Attachment Grandma


Harry Potter and The Attachment Grandma

Pada suatu waktu (tentunya sebelum kejadian di Harry Potter and The Deathly Hallows), sekolah sihir Hogwarts diundang untuk menghadiri open house sebuah sekolah sihir di Indonesia. Bagi penyihir-penyihir di daratan Eropa, bisa mengunjungi sekolah sihir di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat jarang terjadi, sebab selama ini para penyihir Indonesia selalu menutup diri dari dunia luar, sehingga kesaktian mereka kerap kali menjadi misteri. Pada acara tersebut rencananya akan diadakan pertandingan-pertandingan dari berbagai macam cabang sihir dan juga pertandingan persahabatan Quidditch. Tentu saja seeker terbaik Hogwarts, Harry Potter diikutsertakan dalam pertandingan itu, bersama dengan pemain Quidditch terbaik lainnya yang dipiih dari seluruh asrama. Mereka benar-benar tak punya bayangan pemain Quidditch seperti apa yang dimiliki Indonesia, sebab olahraga ini masih terbilang asing bagi penyihir Indonesia.
Kereta sihir Hogwarts terbang di atas daerah tropis di garis khatulistiwa, sementara langit malam yang gelap dapat terlihat dari jendela kereta dimana Harry, Hermione, dan Ron duduk sambil melamun.
“Selamat datang di negeri eksotis,” gumam Ron, memecah lamunan mereka.
“Well, aku merasa kita akan segera melihat makhluk-makhluk sihir yang tak pernah kita lihat sebelumnya,” ucap Hermione sambil membolak-balik sebuah buku tebal setebal buku telepon.
“Apa maksudmu, Hormon?” tanya Harry dengan suara yang aneh.
“Hermione!” protes Hermione diikuti oleh suara tawa cekikikan Ron.
“Harry baru saja memakan coklat Namus Scramblus, dia tidak akan bisa mengucapkan nama orang dengan benar selama tiga hari tiga malam,” Ron menjelaskan sambil menahan tawa.
“Dan kau yang memberikan coklat itu?” tanya Hermione sambil melirik pada Ron.
“Not really….”
“Hei, Hormon, kau belum menjawab pertanyaanku,” ujar Harry.
Hermione memukul wajah Harry dengan buku tebal di tangannya sebanyak tiga belas kali, menimbulkan luka yang cukup serius, namun tidak menyembuhkan kutukan Namus Scramblus yang ada di lidah Harry saat ini. Harry hanya bisa pasrah dengan perlakuan yang ia terima sambil kemudian menangkap buku tebal itu saat Hermione melemparnya.
“Hantupedia: Ensiklopedia hantu dan makhluk-makhluk sihir di Indonesia,” Harry membaca judul yang tertera di buku itu dengan lantang.
“Sst… jangan keras-keras, aku merasa salah satu dari mereka akan mendatangi kita,” ucap Hermione sambil memberi isyarat dengan tangannya.
Mereka bertiga memasang telinga baik-baik, berusaha mendengarkan suara-suara halus yang nyaris tak terdengar. Selain mereka bertiga, tampaknya para murid yang lain sudah tertidur lelap, sementara para guru berada di gerbong yang lain, sehingga suasana menjadi begitu hening. Di antara suara mesin kereta yang digerakan dengan tenaga sihir, terdengar pelan suara sesuatu yang bergesekan, atau lebih tepatnya seperti sesuatu yang diseret. Suara itu semakin lama semakin terdengar jelas, pertanda bahwa makhluk apapun yang membuat suara itu sudah semakin dekat dengan tempat duduk mereka.
Tidak sampai satu menit kemudian, sesosok perempuan berbaju perawat lewat di samping mereka. Perempuan itu tidak berjalan, melainkan menyeret tubuhnya sendiri di lantai dengan gerakan yang pelan namun berat. Tubuh makhluk itu dipenuhi darah dan kotoran, beberapa bagian bajunya tampak terkoyak-koyak. Harry, Hermione dan Ron menatap makhluk itu sambil menahan nafas. Suasana pun menjadi tegang, sementara Hermione mengambil Ensiklopedia dari tangan Harry dan mencari-cari data mengenai makhluk itu.
“Ah, ini dia. Nama makhluk itu adalah Suster Ngeshoot,” bisik Hermione.
“Apa artinya?” tanya Ron sambil melirik.
“Dalam Bahasa Inggris, berarti Sliding Nurse,” jawab Hermione.
“Sliding Nurse?” gumam Harry, ia merasa bisa mengucapkan nama itu dengan benar, sebab itu bukan nama manusia.
“Benar-benar eksotis,” gumam Hermione lagi.
Di belakang makhluk itu, sesosok raksasa tinggi besar muncul dan menimbulkan suara berdebam yang keras setiap kali melangkah. Makhluk itu tercatat sebagai Buto Ijo atau The Blind Green, masih merupakan kerabat jauh dari Troll. Di belakang The Blind Green, sekelompok anak kecil berkepala botak berlarian ke sana ke mari sambil sesekali mengambil dompet para murid yang tertidur. Makhluk-makhluk itu teridentifikasi sebagai Tuyul atau Indonesian Pickpocket Dwarf, spesialisasi dalam mencuri uang. Di belakangnya lagi, seekor babi sihir sedang menggesek-gesekkan tubuhnya ke setiap pintu gerbong. Babi itu tercatat sebagai Babi Ngepet, atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan Itchy Boar, spesialisasi juga dalam mencuri uang—seperti orang Indonesia pada umumnya.
Mereka bertiga tidak hentinya berdecak kagum saat melihat parade makhluk-makhluk sihir asal Indonesia itu. Namun mereka tak mampu lagi berdecak kagum ketika makhluk-makhluk yang lebih menyeramkan muncul, misalnya ketika Sundal Bolong atau Hollow Bitch menatap mereka dan memperlihatkan punggungnya yang berlubang penuh darah, sambil makan sate seratus tusuk. Atau ketika Child of Kunti menghampiri mereka dan mencekik Harry.
“Expeliarmus!” Ron berusaha menyerang makhluk itu, tapi ternyata tidak mempan.
“Tampaknya mantra semacam itu tidak berguna, kita harus mencari mantra yang lebih lokal!” ucap Hermione sambil membolak-balik halaman bukunya, sementara Harry sudah hampir mati kehabisan nafas.
Setelah hampir sepuluh menit, akhirnya Hermione menemukan juga sebuah mantra lokal yang mungkin bisa ia gunakan untuk mengusir makhluk berbahaya itu.
“Ini dia!”
“Cepatlah! Wajah Harry sudah terlihat seperti Kau-Tahu-Siapa, begitu buruk,” ucap Ron.
“A… ana kidung rumeksa ing wengi, teguh hayu huputa ing lar. Luputa bilahi jin setan datan purun, paneluhan tan ana wani miwah panggawe ala,” Hermione mengambil nafas sebelum melanjutkan mantranya, ia tidak biasa merapal mantra yang panjang dan berbahasa aneh seperti itu.
Sementara itu, Harry sudah hampir mati dicekik Child of Kunti sejak sepuluh menit yang lalu, wajahnya sudah membiru dan matanya melotot, “Ho… Hormon… cepattt… cepat…,”
“Gu… gu… gumaning wong luput, geni atemah tirta, maling adon tan ana ngarah ing mami, guna duduk pan sirna!” lalu Hermione mengayunkan tongkat sihirnya.
Child of Kunti tertawa cekikian dengan suara yang melengking, setelah itu baru ia melepaskan tangannya dari leher Harry. Harry terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya yang terasa sakit bukan main, sementara itu Child of Kunti meninggalkan mereka bertiga dan bergabung dengan rombongan hantu lainnya yang sudah bergerak ke gerbong berikut. Mereka bertiga akhirnya bisa bernafas dengan lega—kecuali Harry. Untunglah setelah itu tak ada lagi rombongan hantu yang lewat sehingga mereka bisa beristirahat dan tertidur pulas. Namun sayangnya, Hermione tidak menyadari bahwa mantra yang tadi ia bacakan selain berfungsi untuk menghilangkan pengaruh sihir juga berguna untuk mempermudah jodoh. Itulah mengapa dari luar jendela kereta, Child of Kunti terus memandangi Harry tanpa berkedip….
Chapter 2The Witch Which Watches Who Wears Watch Wich is a Bitch
Esok paginya, rombongan Hogwarts telah sampai di tempat yang ditunjukkan oleh surat undangan sihir. Mereka semua turun dari kereta dipimpin oleh para guru dan kemudian berhenti di depan sebuah papan besar yang berhiaskan tengkorak manusia dan bertuliskan: PADEPOKAN ILMU GAIB GUNUNG MERAPI (sedang dalam renovasi, hati-hati banyak jenglot berkeliaran). Di sebelahnya ada terjemahan dalam Bahasa Inggris yang tampaknya baru saja dibuat: WIZARDRY AND BLACK MAGIC SCHOOL OF MOUNT MERAPI (renovation in progress, beware of Ugly-Looking-Long Haired-Vampiric-Living-Mini-Voodo-Doll).
“Tempat yang menyeramkan, bukan begitu?” ujar Dumbledore ketika Severus Snape menghampirinya.
“Ah, kurasa demikian,” Snape memicingkan matanya dan menatap puncak gunung merapi.
“Kita harus menjauhkan anak-anak dari Kita-Tidak-Tahu-Siapa,” ucap Dumbledore lagi.
“Ya. Dia adalah Seseorang-Yang-Namanya-Tak-Bisa-Disebut-Karena-Sekalipun-Kita-Ingin-Menyebutnya-Kita-Tidak-Tahu-Siapa-Namanya-Atau-Bahkan-Siapa-Dia,” Snape lalu menghela nafas dan berdeham pelan.
“Untuk itulah kau ada di sini, Severus.”
“Jangan khawatir, anak-anak ada dalam pengawasanku. Terutama bocah itu.”
Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam Padepokan, dan kini mereka menyaksikan sebuah lapangan besar yang merupakan arena pertandingan Quidditch dan pertandingan lain yang akan diadakan. Di salah satu sudut stadion, para pendukung tim Quidditch Indonesia bersorak-sorai dan membuat keributan, mereka tampak begitu brutal sehingga bagian tempat duduk mereka harus dijaga dengan segel sihir tingkat tinggi. Harry dapat melihat sekelompok supporter Quidditch yang membawa bendera bertuliskan Viking sedang adu mulut dengan kelompok supporter lain yang membawa bendera bertuliskan The Jak. Keributan mereka semakin lama semakin parah, sehingga seorang pengawas keamanan harus menyetrum mereka dengan listrik sihir bertegangan tinggi.
Harry duduk di antara Severus Snape dan Dumbledore. Sejak masuk ke dalam sini ia sudah merasa tak nyaman dengan cara Snape mengawasinya, seolah-olah ia tak pernah sedetikpun melepaskan pandangannya. Di sebelah kanan Harry, Albus Dumbledore sedang mengelus-ngelus jenggotnya yang berwarna putih sambil menonton pertandingan pertama yang akan digelar. Quidditch ada di rangkaian pertandingan ke-empat, jadi Harry punya banyak waktu untuk menonton pertandingan sebelumnya.

Pertandingan pertama adalah Transfigurasi, yaitu kemampuan untuk merubah diri sendiri menjadi bentuk lain, misalnya binatang–dikenal juga dengan istilah Animorph. Seorang siswa Hogwarts yang cukup berbakat maju ke tengah lapangan dan menunjukkan kemampuannya, dalam sekejap saja ia telah berubah menjadi seekor kucing hitam yang lincah. Beberapa saat kemudian, seorang siswa yang lain langsung berubah menjadi seekor kelelawar yang bisa terbang kemana-mana. Para pendukung dari Hogwarts memberikan tepuk tangan meriah, sementara para pendukung dari Indonesia tak henti mencacinya.
“Siapa yang paling hebat? Padepokan Merapi yang terkuat…, ganyang Hogwarts! Ganyang Hogwarts!” begitulah bunyi yel-yel mereka.
Ketika tiba giliran Padepokan Merapi, seorang anak laki-laki berumur lima belas tahun maju ke tengah lapangan dan memperkenalkan diri sebagai Ki Karang Anom. Ia lalu merapal sebuah mantra, dan seketika itu juga ia berubah menjadi sesosok makhluk. Bukan kelelawar, bukan kucing, apalagi tikus; ia berubah menjadi Tyranosaurus! Siswa-siswi Hogwarts terdiam, mereka tidak menyangka ada kemampuan seperti itu, bahkan para guru Hogwarts pun dibuat terkejut. Tidak hanya sampai disitu, Tyranosaurus itu pun berubah lagi menjadi seekor kalajengking raksasa yang tidak memiliki bayangan dan memiliki kontras warna yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya.
“Mencengangkan…,” gumam Snape.
“Aku belum pernah melihat sihir semacam itu sebelumnya,” tambah Dumbledore.
“Tak bisa dipercaya, seolah dibuat dengan efek komputer,” ujar Harry.
Setelah pertunjukan pembuka itu, tibalah saatnya bagi Kepala Sekolah Padepokan Merapi untuk memberi kata sambutan dan ucapan selamat datang. Kepala Sekolah Padepokan Merapi ternyata adalah seorang wanita, sama tuanya dengan Dumbledore, namun memiliki wajah yang lebih menakutkan dan berpakaian serba hitam. Dumbledore seketika itu juga gemetar, begitu pula dengan Snape. Seseorang-Yang-Kita-Tidak-Tahu-Siapa ternyata adalah Mereka-Tahu-Siapa.
“Wanita… wanita itu…,” gumam Dumbledore cemas, keringat menetes di pelipisnya.
“Ini berbahaya. Aku tidak menyangka dialah kepala sekolahnya,” ucap Snape.
“Siapa dia?” tanya Harry penasaran.
“Dia adalah… Mak Lampir…,” jawab Dumbledore.
“Atau dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai, Attachment Grandma,” tambah Snape.
Setelah beberapa kali melakukan check sound, Mak Lampir akhirnya memulai pidato penyambutannya. Pertama-tama, ia mulai dengan tertawa sepuas-puasnya, kurang lebih selama sepuluh menit, baru setelah itu ia mulai berbicara.
“Tamu undangan dari sekolah Hogwarts yang kami hormati, senang sekali rasanya bisa menjamu kalian di sekolah kami yang megah ini. Sudah lima ratus tahun kami tidak pernah mengundang siapapun ke dalam sekolah ini, ini adalah kehormatan buat kalian. Dahulu kala, ketika negara kalian menjajah negara kami, kami sebagai para penyihir tak pernah tinggal diam. Kami selalu pro-aktif dalam menjalankan berbagai konspirasi, yang kadang berpihak kepada penguasa, kadang berpihak kepada para pejuang. Lalu setelah Indonesia merdeka, kami pun tetap berperan di balik layar, mengendalikan para penguasa, pejabat, dan infotainment. Oleh karena itu, saya selaku kepala sekolah di tempat ini, ingin memberikan satu wejangan: Jas Hitam! Jangan sekali-sekali meremehkan ilmu hitam! Hahahahaha….“
Pidato Mak Lampir ditutup dengan tertawa bersama-sama kurang lebih selama lima belas menit—itulah mengapa penjual permen pelega tenggorokan begitu laku di stadion ini— setelah itu ia pun terbang dan menghilang di balik stadion. Susunan acara selanjutnya dibacakan oleh seorang MC tamu, yaitu Laksmini Pendekar Seksi dari Gunung Lawu.
Snape dan Dumbledore terlihat semakin gelisah, terlihat dari tatapan mata Snape yang semakin tajam dan Dumbledore yang mengelus jenggotnya semakin cepat. Sementara itu Harry juga tampak gugup, karena sebentar lagi ia harus bertanding Quidditch melawan penyihir-penyihir Indonesia yang tampak menyeramkan itu.
“Tampaknya aku harus pergi,” ujar Snape.
“Baiklah, lakukan apa yang seharusnya dilakukan,” ucap Dumbledore sambil mengelus jenggotnya dengan gerakan semakin cepat.
Snape mengangguk pelan, lalu segera bangkit dari tempat duduknya. Namun sebelum ia pergi, ia menatap Harry sekali lagi, “Potter, tetap di sini, jangan pergi kemana-mana.”
“Tapi sebentar lagi aku harus bertanding,” ujar Harry.
“Aku tidak peduli,” ucap Snape ketus.
“Profesor Dumb…?” Harry meminta pembelaan dari Dumbledore, tapi ia malah ditampar oleh Dumbledore menggunakan jenggotnya.
“Jangan memanggilku begitu, itu membuatku terdengar bodoh!”
“Ma.. maaf, Profesor Dumb, tapi aku terkena sihir Na…,”
Harry ditampar lagi oleh jenggot Dumbledore, berkali-kali. Sementara itu, Snape langsung pergi ke belakang stadion, menuju sebuah lorong gelap yang sepi.
***
Lorong itu sangat gelap dan hanya diterangi oleh cahaya lampu petromak di dindingnya, selain itu bau kemenyan terasa begitu menyegat dan memenuhi setiap bagan lorong. Ketika Snape melangkah lebih jauh lagi, ia menemukan sebuah nampan berisi makanan ringan, ayam, dan nasi. Ia bergumam pelan, menggerutu tentang bagaiman penyihir Indonesia terlalu berbaik hati kepada makhluk-makhluk sihir mereka. Gerutuan Snape berhenti ketika dari kejauhan ia melihat sesosok penyihir yang sedang ia cari-cari.
“Attachment Grandma…,” ucap Snape pelan sambil menghampiri sosok Mak Lampir di lorong itu.
Mak Lampir berbalik, lalu tertawa terbahak-bahak—jenis tawa yang sudah dipatenkan agar tak ditiru oleh penyihir Malaysia. Kemudian ia menatap Snape, seolah sudah begitu lama mengenalnya, begitu mendalam, begitu penuh kenangan.
“Ah…, Siphilis Snake!” ucapnya.
“Severus Snape!” ucap Snape kesal.
Mak Lampir tertawa lagi, lalu memukul-mukulkan tongkat kepala manusianya ke atas lantai. Ia mengambil sirih dan mengunyahnya. Terkadang ia memang lebih dikenal sebagai nenek sirih daripada nenek sihir.
“Ki Sanak, sudah lama kita tak berjumpa,” ucap Mak Lampir.
“Aku bukan Ki Sanak!” Snape semakin kesal.
Mak Lampir tertawa lagi, kali ini sampai terbatuk-batuk—tampaknya ia menelan sirihnya.
Bagaimana? Kau suka sekolahku? Mungkin sebaiknya kau pindah saja ke sini, tampangmu lebih cocok di sekolah ini,” ucap Mak Lampir, lalu tertawa, lagi.
“Tempat ini, penuh dengan aroma kegelapan. Ya, mungkin cocok untukku,” jawab Snape tenang.
“Hmm…, bagaimana kabar Dumb-Ble-Dore itu? Tadi aku melihatnya dari lapangan, ia masih bersama anak itu ya?”
“Ya,” diam-diam Snape menyiapkan tongkat sihir di balik jubahnya, “dan sekarang aku mulai berpikir, tentang tujuanmu yang sebenarnya mengundang kami ke sini.”
“Tentu saja untuk studi banding. Sekolah kami sedang berusaha untuk mendapatkan lisensi sekolah sihir standar internasional atau SSSI, makanya kami ingin studi banding dengan kalian. Tapi tampaknya kalianlah yang harus belajar dari kami,” ia tertawa lagi.
“Jangan bohong kepadaku. Aku tak akan membiarkan kau menyentuh anak itu!”
Snape mengeluarkan tongkat sihirnya dan akan membaca mantra, tapi ternyata Mak Lampir memiliki gerakan yang lebih cepat.
“Amburadul!” ucap Mak Lampir sambil menggoyangkan tongkatnya.
Seketika itu juga, sebuah sinar hijau keluar dari kepala tengkorak di tongkat Mak Lampir dan langsung menghantam Snape. Ia tersungkur dan merasakan sesuatu perubahan telah terjadi pada tubuhnya. Ia kaget bukan main ketika menyadari bahwa susunan tubuhnya telah berubah. Kaki di kepala, kepala di kaki. Mata ada di mata kaki, sementara mata kaki ada di mata. Sementara itu Mak Lampir tertawa puas, suara tawanya dapat memekakkan telinga Snape yang kini sudah berada di pantatnya.
“Kau jauh lebih lemah dariku. Aku ini Date Eater, terutama saat berbuka puasa,” ucap Mak Lampir, “kau sendiri tahu bahwa kekuatanku lebih unggul, bahkan dari Voldemort sekalipun.”
“Kalau memang kau sekuat dan sekejam itu, kenapa kau tidak membunuhku saja?” tanya Snape sambil mengejek. Mulutnya kini ada di dengkul.
“Tentu saja karena kau masih dibutuhkan di buku Harry Potter episode selanjutnya, bodoh! Apa harus kuberikan spoiler tentang siapa yang akan membunuhmu nanti?” ucap Mak Lampir sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya.
“Ja… jangan.”
Mak Lampir tertawa lagi, seolah 75% waktu hidupnya ia habiskan hanya untuk tertawa—dan karena dia immortal, maka itu akan sangat lama sekali. Kemudian ia berjalan melewati Snape yang masih dalam keadaan amburadul, ia keluar menuju lapangan dimana pertandingan Quidditch sedang berlangsung, dimana Harry tengah bertanding.


Karya : Leurisa Mayangshita

Perjalanan Gadis Matahari

(Cerpen)

Perjalanan Gadis Matahari

Ayako Minoru, seorang gadis Jepang yang berjulukan “sang Gadis Matahari” ini selalu dipuja dan dibanggakan rakyat Jepang khususnya di Pulau Kyusu. Gadis ini dianggap sebagai anak Dewa, karena kelahirannya sangat misterius dan tidak pernah satupun orang mengetahuinya. Semenjak ia lahir sampai sekarang berumur 18 tahun, ia tinggal dan diasuh oleh seorang biksu suci di ssebuah kuil. Biksu tersebut memberinya ilmu tentang Budha dan membimbingnya agar kelak, gadis ini dapat menjadi seorang biksuni yang bijaksana. Bukan hanya ilmu Budha, tapi cara mempertahankan diri pun diajarkan sang biksu padanya.
Angin bertiup cukup kencang di sore hari, membuat suasana menjadi lebih dingin dari sebelumnya ketika Ayako sang Gadis Matahari duduk termenung di balkon kamarnya. “18 tahun sudah aku diajarkan Budha oleh Guru, tapi aku masih belum yakin jika aku ini adalah seorang anak Dewa. Siapa Ayah dan Ibuku? Di mana mereka? Aaaaaahhhh aku sudah dewasa! Aku harus mencari tahu jati diriku yang sebenarnya!” Api di dalam tubuhnya menyala-nyala bagaikan naga yang sedang murka. Tekadnya kuat, niatnya tulus dan sikapnya tegas. Tak perlu takut dengan Guru dan tak perlu ragu untuk maju.
Berlarilah ia menemui sang Guru, menceritakan tentang apa saja yang ia rasa, meluapkan semua emosinya, meneteskan air matanya akibat rindu pada sesosok Ayah dan Ibu. Restu dan do’a dari sang Guru pun terucap. Semangat dan dorongan dari Guru sekaligus mengiringi kepergian sang Gadis Matahari menuju ke Negri Gingseng.
Pertama kali menginjakkan kaki di negri ini, ia tidak mengerti apapun. Bahasanya, tulisan di papan jalan, maupun tempat-tempat yang ada di sana. Dengan berbekal bahasa Negri Matahari Terbit yaitu bahasa Jepang, ia menanyai semua orang di sepanjang jalan raya yang panjang bak Ular Phiton. Setelah 5 jam ia menanyai banyak orang yang ada di sana, akhirnya ia menemukan seorang pria yang tepat. Dengan nafas yang terengah-engah, ia bertanya kepada pria tersebut. “Apakah Anda dapat berbicara bahasa Jepang? Ada sesuatu hal penting yang ingin aku katakan”.
Tidak makan dan minum selama 5 jam bukanlah perkara mudah. Karena sudah tak kuat lagi menopang tubuhnya, sang Gadis Matahari itupun akhirnya terjatuh. Dengan cekatan, pria tersebut menolong Ayako.  “Nona...Nona baik-baik saja? Mari saya bantu berdiri. Apa yang kau butuhkan? Air? Saya akan carikan. Tunggu sebentar Nona, dan jangan pergi kemana-mana. Aku akan kembali beberapa menit lagi”. Mendengar ucapan pria itu, Ayako terlonjak dan langsung mencegah pria itu untuk pergi. Tetapi terlambat, terpaksa ia harus menunggu pria tersebut kembali. Setelah beberapa menit, pria itu pun akhirnya tiba. Tanpa berpikir panjang, Ayako langsung menyambar minuman yang pria tersebut bawa, dan langsung duduk di sebelahnya. “Arigato gozaimasu, aku sudah baikan. Tadi aku mendengar kau berbicara bahasa Jepang, apakah kau mengerti apa yang aku katakan?”
“Iya Nona, nama saya Kim Jae Jong, saya adalah seorang ahli tata surya sekaligus menjadi ahli bahasa Jepang di negri ini. Memang ada apa dengan Nona? Apakah ada masalah? Ceritakan saja, mungkin saya bisa membantu Nona”.
“Ahhhhh jangan panggil saya Nona Pak Kim, panggil saja saya Ayako. Iya Pak Kim, saya ingin menayakan suatu hal pada Anda”. Sang Gadis Matahari menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Dan tak terasa juga hari sudah mulai gelap. Kim Jae Jong berbaik hati untuk mencarikan tempat tinggal untuk Ayako. Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan hilang ditelan waktu. Gadis Matahari belum bisa mengatahui siapa dirinya yang sebenarnya. Sikap putus asa sudah muncul dibenakknya, berniatlah ia untuk kembali ke negri asalnya. Dan pada pertemuan terakhirnya dengan Kim Jae Jong untuk berpamitan, Ayako akhirnya mengetahui jati dirinya, perasaan bahagia yang begitu mendalam ia rasakan, tak sabar rasanya ia ingin menemui sosok Ayah dan Ibu yang ia rindukan. Kini, ia bukanlah lagi seorang anak Dewa, tetapi ia masih tetap “Sang Gadis Matahari”.
Ayah dan Ibu Ayako memang berasal dari Jepang, dan mereka sama sekali tidak bisa berbahasa Korea, makadari itu, mereka bertemu dengan Kim Jae Jong sang ahli bahasa Jepang sekaligus rekan kerjanya di Perusahaan Tata Surya Seoul. Setelah Ayako lahir, mereka menitipkan anak satu-satunya itu ke sebuah kuil, karena kesibukan mereka itu, Ayako tidak dapat mereka urus. Mereka juga memberikan sebuah surat bertuliskan “Ayako Minoru, Sang Gadis Matahari”. Karena keterampilan dan keahlian kedua orangtua Ayako dalam bidang ilmu Matahari, rakyat Korea sering memanggil mereka dengan julukan “Pasangan Matahari”. Entah mengapa Ayako tiba-tiba meneteskan airmata. Ternyata, Ayah dan Ibunya telah meninggal 3 tahun yang lalu karena kecelakaan saat berada di laboratorium mereka. Tak bisa lagi Sang Gadis Matahari tinggal dalam dekap kasih sayang dari sesosok Ayah dan Ibu. Matahari memang bagi rakyat Jepang, tetapi julukan “Gadis Matahari adalah julukan bagi seorang anak dari “Pasangan Matahari”. Dan Ayako Minoru bukan seorang anak Dewa Matahari.
Selama 18 tahun Gadis Matahari tidak bisa tinggal dan menetap bersama orangtuanya. Makadari itu, ia melanjutkan studynya dan menetap di Korea sampai ia berusia 27 tahun. Saat itulah, Ayako lulus S2 dari Universita Hanguk Korea jurusan Tata Surya. Dan akhirnya “Sang Gadis Matahari” melanjutkan pekerjaan sang orangtua tercinta.

Karya : vinaclara

Ramuan Ajaib! Ramuan Alami Pengusir Lalat Buah


  sumber gambar: karonewsupdate.wordpress.com

 sumber gambar: warasfarm.wordpress.com 

 sumber gambar: warasfarm.wordpress.com

sumber gambar : bp3kbamburuncingparakan.blogspot.com

 Siapa yang tak kenal lalat buah? Hama paling mengganggu bagi tanaman khususnya tanaman hortikultura. Kecil, lincah, dan efeknya menimbulkan banyak bencana dan kerugian bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen sehingga banyak petani yang merugi hingga milyaran rupiah. Pemberantasan hama menggunakan insektisida, rodentisida atau pestisida sudah tidak jaman lagi untuk digunakan. Pengendalian hayati yang menggunakan agens hayati untuk mengendalikan hama dan menekan populasinya lebih diutamakan karena selain tidak merusak lingkungan, pengendalian ini lebih efektif. Untuk si kecil lalat buah yang merugikan ini, bagaimanakah cara untuk mengendalikannya? Ya....mengendalikan, bukan memberantas, karena memberantas sama saja mematikan spesiesnya dan merusak lingkungan disekitarnya.
          Pernahkah mendengar kata feromon? Feromon adalah zat yang hanya dimiliki oleh lalat buah betina untuk menarik perhatian sang lalat buah jantan. Harganya jika dibeli bukan perkara murah dan mudah. Lalu bagaimana menyiasatinya? Bapak Srikaton Hartoyo yang merupakan ketua Regu Pengendali Tanaman (RPT) di Desa Srihardono, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul menemukan sebuah ramuan ajaib! Ramuan ajaib ini diciptakannya untuk mengendalikan hama lalat buah yang sering menyerang tanaman di lingkungannya. Pak Hartoyo menggunakan bahan-bahan tradisional dan alami untuk membuat feromon palsu (aroma yang dibuat sedemikian rupa seperti aroma yang khas pada lalat buah betina).
          Untuk membuatnya tidaklah sulit, cukup hanya daun selasih yang ditumbuk halus, kemudian diberi air kelapa dan tebu. Aroma yang terbentuk dari ramuan ajaib itu berupa aroma khas dari lalat buah betina sehingga dapat menarik perhatian lalat buah jantan. Ramuan itu kemudian ditempatkan pada sebuah wadah, biasanya berupa botol plastik bekas. Nantinya, lalat buah jantan akan tertarik dengan aroma feromon palsu tersebut kemudian setelah masuk ke dalam wadah, lalat buah jantan tersebut akan mengeluarkan sperma dan langsung mati ditempat.
      Ramuan yang benar-benar ajaib untuk mengendalikan populasi lalat buah tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem dan lingkungan di sekitarnya. Untuk membuatnya pun tidak sulit, bahkan jika tidak ingin repot-repot membuatnya, ramuan ajaib karya Pak Hartoyo ini jika ditotal hanya mengeluarkan dana Rp 4.000,- sampai Rp 5.000,- dengan isi 4x lebih banyak dari ramuan pengusir lalat buah yang dijual di pasaran. Ramuan pengusir lalat buah yang banyak dijual di pasaran dan terkenal memiliki harga berkisar Rp 100.000,-. Selisih angka yang fantastis bukan? Makadari itu, cara alami lebih baik dan lebih efektif untuk mengendalikan hama. Bukan hanya untuk hama lalat buah saja, namun Pak Hartoyo menciptakan berbagai ramuan ajaib secara alami untuk mengendalikan berbagai hama apapun.

(sumber: Kompas.com)

VERTIKULTUR: Berkebun dan Berkreasi


Pertanian pada masyarakat perkotaan kini terkendala dengan lahan. Lahan di perkotaan lebih diutamakan untuk dibangun perumahan-perumahan dan gedung kantor daripada untuk lahan pertanian. Selain itu masyarakat Indonesia juga memiliki sistem warisan untuk membagi sama rata lahan yang dimiliki sesuai jumlah anaknya. Hal ini menyebabkan semakin menyempitnya luasan lahan untuk pertanian dari tahun-tahun. Menyempitnya lahan khusunya pada masyarakat perkotaan menyebabkan berkurangnya ketertarikan masyarakat perkotaan untuk mengenal budidaya tanaman.
Seiring berkembangnya teknologi dan zaman, mulailah dikenal pola tanam keatas yaitu vertikultur. Sesuai  dengan  asal  katanya  dari  bahasa  Inggris,  yaitu  vertical  dan  culture, maka vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat,  baik  indoor  maupun  outdoor. Sistem  budidaya  pertanian  secara  vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah dengan  lahan  terbatas seperti pada lahan masyarakat perkotaan.  Misalnya,  lahan  2  meter mungkin  hanya  bisa  untuk menanam  10 batang  tanaman,  dengan  sistem  vertikal  bisa  untuk  40  batang  tanaman.
Vertikultur diserap dari bahasa Inggris yang berasal dari kata vertical dan culture yang artinya, teknik budidaya tanaman secara vertikal diruang sempit dengan memanfaatkan bidang sebagai tempat bercocok tanam, sehingga penanamannya menggunakan sistem budidaya pertanian secara bertingkat baik  indoor  maupun  outdoor. Tujuan utama aplikasi teknik vertikultur adalah memanfaatkan lahan sempit seoptimal mungkin.
sumber gambar: http://lirikpertaniandunia.blogspot.com/
Cara menanam dengan vertikultur ini bisa dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai tempat tanamnya seperti botol bekas dan paralon. Untuk model dan bahan dalam vertikultur ini bisa bebas sesuai dengan kreasi kita. Vertikultur sering pula dijadikan sekaligus untuk menghias halaman pekarangan rumah karena bentuk dan bahannya dapat dikreasikan. Persyaratan  vertikultur  adalah  kuat  dan mudah  dipindah-pindahkan. Tanaman yang akan ditanam sebaiknya  disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur  pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara vertikultur antara lain  selada, kangkung, bayam, pakcoy, caisim, katuk, kemangi, tomat, pare, kacang panjang, mentimun  dan tanaman sayuran daun lainnya.

1.      Pembuatan Wadah Tanam Vertikultur
Sumber gambar: http://bettysofyan.guru-indonesia.net
Pembuatan wadah tanam vertikultur disini bisa bebas bermacam-macam sesuai dengankreasi kita. Contohnya dapat menggunakan botol bekas yang disusun vertikal pada sebuah dinding. Botol bekas dipotong menjadi 2 bagian atas dan bawah kemudian dihubungkan dengan tali antar masing-masng botol. kemudian digantungkan pada sebuah dinding. Untuk jalan penyaluran airnya dibuat lubang pada bagian bawah agar air tersebut nantinya akan menetes ke bagian bawah yang lain.

2.      Pengadaan Media Tanam
Sumber gambar: http://www.aguspriyadi.com
Media  tanam  adalah  tempat  tumbuhnya  tanaman  untuk  menunjang perakaran. Dari media tanam inilah tanaman  menyerap makanan berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam yang  digunakan bisa dengan campuran antara tanah, pupuk kompos,  dan  sekam  dengan  perbandingan  1:1:1.  Setelah  semua  bahan  terkumpul, dilakukan  pencampuran  hingga  merata.  Tanah  dengan  sifat  koloidnya  memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara, dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar tanaman dengan prinsip pertukaran kation. Sekam berfungsi untuk menampung air di dalam tanah sedangkan kompos menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi unsur hara yang diperlukan tanaman. Media tanam di dalam  bambu  diusahakan  agar  tidak  terlalu  padat  supaya  air  mudah  mengalir,  juga supaya akar tanaman tidak kesulitan “bernafas”, dan tidak terlalu renggang agar ada keleluasaan dalam mempertahankan air dan menjaga kelembaban.

3.      Persiapan Bibit Tanaman dan Penanaman
Sumber gambar: http://nice-gardens.blogspot.com/
Seperti proses budidaya pada umumnya, sebelum dipindahkan ke lahan atau tempat tanamnya dipersiapkan terlebih dahulu benihnya. Benih dapat disemai di tempat yang sudah disediakan seperti nampan maupun box. Ketika tanaman sudah mencapai umur siap dipindahkan, pada dasarnya  ada  tiga  tahap  dalam  proses  ini,  yaitu  persemaian,  pemindahan,  dan penanaman. Seperti halnya menanam, menyemaikan benih juga memerlukan wadah dan media tanam. Wadah bisa apa saja sepanjang dapat diisi media tanam seperlunya dan memiliki  lubang  di  bagian  bawah  untuk  mengeluarkan  kelebihan  air.  Ssetelah itu tanaman yang sudah siap dipindahkan tersebut diletakkan satu persatu pada tempat yang telah dibuat tadi. Semua bagian akar dari setiap bibit harus masuk ke dalam tanah.

4.      Pemeliharaan tanaman
Proses selanjutnya pada vertikultur ini umumnya sama seperti proses budidaya tanaman lain pada umumnya yaitu perawatan. Perawatan disini antara lain seperti pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Agar mendapatkan hasil yang optimal, pupuk yang digunakan sebaiknya menggunakan pupuk organik misalnya pupuk kompos, pupuk kandang, atau pupuk kobashi.
Limbah  dapur  atau  daun-daun  kering  bisa  dimanfaatkan  untuk  pembuatan  pupuk bokashi.  Pupuk  bokashi  adalah  hasil  fermentasi  bahan  organik  (jerami,  sampah organik,  pupuk  kandang,  dan  lain-lain)  dengan  teknologi  EM  yang  dapat  digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi  tanaman.  Bokashi  dapat  dibuat  dalam  beberapa  hari  dan  bisa  langsung digunakan sebagai pupuk.
Saat  ini  masyarakat  mulai  banyak  mempertimbangkan  mengkonsumsi  hasil panen  yang  Iebih  sehat  cara  penanamannya,  yaitu  menggunakan  pupuk  dan pengendalian hama alami, meskipun harga produk tersebut lebih mahal. Saran untuk  berkebun di rumah sebaiknya  tidak  menggunakan bahan kimia. Ditekankan  pula  jangan  menggunakan  furadan  untuk  membunuh  hama  yang  ada  di dalam tanah. Penggunaan furadan bisa mengurangi tingkat kesuburan tanah dan juga mencemari  tanaman  kurang lebih  selama  sebulan.  Jadi,  sebaiknya  untuk  tanaman sayuran tidak perlu digunakan furadan.

5.      Pemanenan
Sumber gambar: http://mewalik-jaya.blogspot.com/
Pemanenan  sayuran  biasanya  dilakukan  dengan  sistem  cabut  akar  (sawi,  bayam, seledri,  kemangi,  selada,  kangkung  dan  sebagainya).  Apabila  kita  punya  tanaman sendiri dan dikonsumsi sendiri akan lebih menghemat apabila panen dilakukan dengan mengambil  daunnya  saja. Dengan cara tersebut tanaman sayuran bisa bertahan lebih lama dan bisa panen berulang-ulang.


Kris (Wu Yi Fan) returns to Instagram and apologizes to fans for the inconvenience


The other day, fans were surprised and crestfallen to discover Kris's Instagram was down, but they can smile again!  Kris's account is now back up and running, along with an apology made by Kris for the inconvenience.

It appears Kris had somehow lost control of his Instagram, but managed to regain said control, apologizing to fans for causing any concern.  Meanwhile, his team is working on getting the e-mail back up and recovering any lost information.

(Source: allkpop.com)